1. Artifisial
Inteligen
Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau
kecerdasan buatan bisa dipahami sebagai sebuah perangkat komputer yang mampu
memahami lingkungan di sekitarnya, sekaligus memberikan respons yang sesuai
dengan tujuan tindakannya tersebut. Dalam hal ini, Minsky memberikan pengertian
yang hampir sama. Menurutnya, kecerdasan buatan adalah satu ilmu yang
mempelajari cara membuat komputer melakukan atau memproduksi tindakan sama
seperti yang dilakukan manusia.
Melihat dua pengertian di atas, bisa disimpulkan
jika Artificial Intelligence adalah satu ilmu untuk merancang, membangun, dan
mengonstruksi satu mesin (komputer) atau program komputer hingga memiliki
kecerdasan layaknya manusia. Kecerdasan dalam hal ini adalah kemampuan untuk
mengambil tindakan, atau menyelesaikan masalah layaknya manusia menggunakan
kecerdasannya.
Lingkup penelitian Artificial Intelligence meliputi
banyak aspek kemampuan kecerdasan manusia seperti penalaran, pengetahuan,
perencanaan, pembelajaran, pemrosesan bahasa alami, hingga kemampuan untuk
memanipulasi objek. Akhirnya, Artificial Intelligence diharapkan bisa menjadi
sebuah mesin yang benar-benar memiliki kecerdasan umum layaknya manusia.
Contoh Penerapan
Ai
Otomasi: Sistem atau proses yang
berfungsi secara otomatis. Misalnya, otomatisasi proses robotik (RPA) dapat
diprogram untuk melakukan tugas bervolume tinggi dan berulang yang biasanya
dilakukan manusia. RPA berbeda dari otomatisasi TI karena dapat beradaptasi
dengan keadaan yang berubah.
Pembelajaran mesin: Ilmu membuat
komputer bertindak tanpa pemrograman.
Visi mesin: Ilmu yang memungkinkan
komputer untuk melihat. Teknologi ini menangkap dan menganalisis informasi
visual menggunakan konversi analog-ke-digital kamera dan pemrosesan sinyal
digital. Ini sering dibandingkan dengan penglihatan manusia, tetapi penglihatan
mesin tidak terikat oleh biologi dan dapat diprogram untuk melihat melalui
dinding. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi dari identifikasi tanda tangan
hingga analisis citra medis. Visi komputer, yang difokuskan pada pemrosesan
gambar berbasis mesin, sering dikaitkan dengan visi mesin.
Pemrosesan bahasa alami (NLP):
Pemrosesan bahasa manusia oleh program komputer. Salah satu yang lebih tua dan
paling dikenal contoh NLP adalah deteksi spam, yang melihat baris subjek dan
teks email dan memutuskan apakah itu termasuk sampah. Pendekatan saat ini untuk
NLP didasarkan pada pembelajaran mesin. Tugas NLP termasuk terjemahan teks,
analisis sentimen dan pengenalan suara.
Robotika: Bidang teknik yang berfokus
pada desain dan pembuatan robot. Robot sering digunakan untuk melakukan tugas
yang sulit bagi manusia untuk melakukan atau melakukan secara konsisten. Mereka
digunakan dalam jalur perakitan untuk produksi mobil atau oleh NASA untuk
memindahkan benda besar di luar angkasa. Para peneliti juga menggunakan
pembelajaran mesin untuk membangun robot yang dapat berinteraksi dalam
lingkungan sosial.
Mobil dengan pengemudi otomatis: Ini
menggunakan kombinasi visi komputer, pengenalan gambar dan pembelajaran
mendalam untuk membangun keterampilan otomatis dalam mengemudikan kendaraan
sambil tetap berada di jalur tertentu dan menghindari penghalang yang tidak
terduga, seperti pejalan kaki.
2. Iot (Internet of Things)
Internet of
Things adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk
mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia
ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.
Internet of
Things leih sering disebut dengan singkatannya yaitu IoT. IoT ini sudah
berkembang pesat mulai dari konvergensi teknologi nirkabel,
micro-electromechanical systems (MEMS), dan juga Internet.
IoT ini juga
kerap diidentifikasikan dengan RFID sebagai metode komunikasi. Walaupun begitu,
IoT juga bisa mencakup teknologi-teknologi sensor lainnya, semacam teknologi
nirkabel maupun kode QR yang sering kita temukan di sekitar kita.
Apa saja
kemampuan dari IoT? Adapun kemampuannya bermacam-macam contohnya dalam berbagi
data, menjadi remote control, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebenarnya
fungsinya termasuk juga diterapkan ke benda yang ada di dunia nyata, di sekitar
kita. Apa saja contohnya? Contohnya adalah untuk pengolahan bahan pangan,
elektronik, dan berbagai mesin atau teknologi lainnya yang semuanya tersambung
ke jaringan lokal maupun global lewat sensor yang tertanam dan selalu menyala
aktif.
Jadi,
sederhananya istilah Internet of Things ini mengacu pada mesin atau alat yang
bisa diidentifikasikan sebagai representasi virtual dalam strukturnya yang
berbasis Internet.
Unsur-unsur Pembentuk IoT
Ada beberapa unsur
pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor,
keterlibatan aktif serta pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, kami
akan menjelaskan masing-masing unsur pemberntuk tersebut dengan singkat:
Kecerdasan Buatan
(Artificial Intelligence/AI) − IoT membuat hampir semua mesin yang ada
menjadi “Smart”. Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita
dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan
teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan
buatan, dan jaringan yang tersedia. Sebenarnya ya contohnya bisa jadi mesin
yang tergolong sederhana semacam meningkatkan/mengembangkan lemari es/kulkas
Anda sehingga bisa mendeteksi jika stok susu dan sereal favorit Anda sudah
hampir habis, bahkan bisa juga membuat pesanan ke supermarket secara otomatis
jika stok mau habis. Penerapan kecerdasan buatan ini memang sangatlah menarik.
Konektivitas −
Dalam IoT, ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan
khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya
saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala
yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil
tersebut di antara perangkat sistem.
Sensor − Sensor
ini merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya.
Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan
standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif
yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
Keterlibatan Aktif
(Active Engagement) − Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya
yang termasuk pasif. IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif,
produk, maupun keterlibatan layanan.
Perangkat Berukuran
Kecil − Perangkat, seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang
menjadi semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT
memanfaatkan perangkat-perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan
ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas yang baik.
3. Penerapan IoT dalam Pendidikan
Perkembangan dan penggunaan teknologi telah
membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Revolusi digital telah
menghasilkan implementasi internet di dalam sistem sekolah
dengan e-learning. IoT menambahkan dimensi lain pada fenomena ini yang
nantinya akan mengubah cara proses kegaitan belajar mengajar dengan memberikan
pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Data yang didapat dari
IoT tersebut bisa membantu dalam pelacakan sumber daya untuk membuat rencana
siswa yang lebih baik. IoT dapat digunakan secara efektif di lingkungan sekolah
menengah dan universitas, di mana para siswa sudah beralih dari buku teks
kertas ke e-book. Dengan sistem IoT maka akan membantu mendeteksi
keberadaan siswa di dalam kelas, meniadakan kebutuhan untuk mengambil kehadiran
secara manual, sehingga bisa lebih menghemat waktu.
Beberapa penerapan IoT
dalam bidang pendidikan di bawah ini bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas
bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri.
Pembelajaran Interaktif
Saat ini proses belajar
tidak hanya terbatas pada pembelajaran dengan kombinasi gambar dan teks tetapi
bisa lebih dari itu. Banyak buku teks yang telah digabungkan ke situs berbasis
web yang menggabungkan silabus, video, animasi tambahan, penilaian, dan materi
lainnya untuk membantu proses pembelajaran. Hal itu akan memberikan perspektif
yang lebih luas kepada siswa dalam memperoleh pengetahuan tentang hal-hal baru
dengan pemahaman dan interaksi yang lebih baik.
Keamanan
Dalam setiap lembaga
pendidikan pasti akan banyak siswa yang kemudian terbagi-bagi lagi dalam sebuah
kelas. Dengan banyaknya siswa tersebut tentu akan sangat sulit memantau mereka
satu persatu. Selain itu, siswa di lembaga pendidikan lebih rentan terhadap
risiko dan membutuhkan keamanan yang cerdas jika dibandingkan dengan populasi
di tempat lain. IoT dapat membantu dalam meningkatkan keamanan sekolah,
perguruan tinggi, dan pusat pembelajaran lainnya. Dengan bantuan teknologi
seperti penentuan posisi 3D, siswa dapat dipantau 24/7 dan kehadiran mereka
dapat dilaporkan pada titik waktu tertentu. Pilihan tombol akan adanya marabahaya
juga disediakan oleh teknologi ini dengan adanya peringatan alarm jika
diperlukan dan dapat menghentikan terjadinya insiden tak terduga.
Aplikasi Pendidikan
Aplikasi pendidikan
yang memanfaatkan IoT dapat dianggap sebagai alat kreatif yang kuat dan
mengubah cara kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ini juga memungkinkan para
guru dan siswa untuk membuat buku teks grafik 3D yang menampilkan video dan
memberikan kemampuan untuk membuat catatan. Aplikasi pendidikan tersebut
menyediakan banyak fitur yang menawarkan pembelajaran yang menarik dalam proses
belajar mengajar.
Meningkatkan Efisiensi
Di beberapa sekolah dan
perguruan tinggi, banyak waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang menyita
waktu dan akhirnya melenceng dari tujuan utama dari lembaga pendidikan itu
sendiri. Misalnya dengan mengecek kehadiran siswa yang harus dilakukan beberapa
kali dalam sehari. Selain itu, data ini harus dikirim ke kantor pusat untuk
tujuan yang berbeda-beda. Adanya IoT akan membantu sistem yang tidak efisien
ini. Dengan bantuan perangkat IoT, data ini dapat dikumpulkan dan dikirim ke
server kantor pusat secara otomatis. Ini memungkinkan para guru dan siswa untuk
lebih berkonsentrasi pada proses kegiatan belajar mengajar yang merupakan
fungsi inti dari setiap lembaga pendidikan.
Aplikasi IoT dalam
pendidikan tidak terbatas dan sudah mulai diterapkan oleh beberapa smart
school saat ini. Dalam jangka panjang, memanfaatkan data yang dikumpulkan
oleh perangkat IoT dapat membantu meningkatkan keamanan dan memelihara lingkungan
belajar bagi siswa. Meskipun perangkat IoT membutuhkan investasi modal awal
yang tinggi, di masa depan manfaat yang di dapat akan jauh lebih besar daripada
kekurangannya. Hal ini tidak hanya akan membuat proses pembelajaran menjadi
lebih baik tetapi juga bisa mengurangi biaya operasional.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...
ReplyDeleteIzin menanggapi artikel di atas tentang AI dan IoT terkhusus perannya dalam dunia pendidikan maupun pembelajaran.
Disebutkan bahwa "Beberapa penerapan IoT dalam bidang pendidikan di bawah ini bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri." untuk kata kualitas bermakna cukup luas, mungkinkah penulis memiliki asumsi lanjutan terhadap hal tersebut? karena semua orang pasti sepakat ya dengan perkembangan TIK (ICT) yang begitu pesat tentunya hal tersebut sangat membantu dalam proses pembelajaran, namun kualitas seperti apa yang diinginkan dalam konteks pemanfataan IoT pada pembelajaran?
Selanjutnya, apakah AI dan IoT dapat memfasilitasi aspek afektif dalam proses pendidikan/pembelajaran?
Demikian tanggapan yang dapat diberikan dan mohon maaf jika kurang berkenan.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
ReplyDeleteBahasan yang menarik ditengah pesatnya perkembangan teknologi di era digital saat ini, mengomentari tentang Kecerdasan buatan ( AI ) dan Internet of Things ( IoT ) yang memang tanpa kita sadari telah menggeser kebiasan-kebiasaan lama yang dilakukan individu, budaya baru mulai bermunculan bahkan karena perbedaan cara mempersepsi individu terhadap sebuah informasi yang sama, bahkan berpeluang untuk terjadinya mis konsepsi dan mis komunikasi, menurut penulis bagaimana kecerdasan buatan dapat mengatasi situasi yang muncul sebagai dampak dari perkembangan dan kemudahan akses terhadap berbagai informasi tersebut, Demikian terima kasih.. Salam Sukses... Wassalam.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
ReplyDeleteSesuai dengan apa yang diamanahkan dalam dunia pendidikan dan seiring dengan perkembangan pendidikan di dunia internasional dan semakin pesatnya era digital menyongsong revolusi industri 4.0, Atrifisial Intelligen (AI) dan Internet of Things (IoT) sudah menjadi kebutuhan yang tidak mungkin bisa terelakkan. Mau tidak mau, sadar atau tidak sadar bahwa dalam keseharian kita sudah menjadi konsumen atau pengguna dari alat IT (ICT), akan tetapi sadar jugakah kita manfaat tersebut akan memberikan dampak negatif bak bagi generasi sekarang ataupun generasi dimasa yang akan datang???
Semua akan terjawab seiring dengan bergulirnya waktu, ini yang namanya proses kehidupan, menurut saya, dalam tulisan diatas penulis belum menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh generasi Z apabila menjadi maniak atau ketergantungan dengan kehidupan yang serba modern berbasis AI dan Iot..
Demikian tanggapan dari saya.. wassalam
Waalaikumsalam..
DeleteTerimakasih telah mengunjugi blog saya..
membahas mengenai dampak negatif AI ini di bulan Juli tahun 2017 lalu, berita teknologi cukup dihebohkan dengan kabar bahwa Facebook memberhentikan eksperimennya setelah salah satu staf menemukan dua buah program AI mereka saling berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa ciptaan mereka sendiri yang tak dimengerti manusia. Hanya kedua program itulah yang saling mengerti pesan yang disampaikan ke satu sama lain.
Kengerian bahwa pengembangan AI mungkin akan setara dengan kecerdasan manusia, bahkan melebihi kecerdasan manusia itu sendiri, juga bahwa ada implikasi negatif AI terhadap kemanusiaan di masa depan ⎼ sebenarnya tak hanya disuarakan orang awam. Ilmuwan yang diakui di dunia seperti Stephen Hawking juga sempat berpendapat demikian.
Pendepat Hawking Tersebut bisa ibu liat di artikel berikut https://www.bbc.com/news/technology-30290540
dengan adanya AI dan IoT bisa menjadi salah satu alternatif dalam penyelesaian satu masalah dalam pendidikan.IoT disini berguna dalam mempermudah aktifitas manusia. Bisa jadi IoT dapat membantu siswa dalam menerangkan ketiga level representasi secara sekaligus. Dan bisa jadi dapat membangkitkan minat siswa. namun, bagaimanakah cara kita setidaknya mengurangi dampak negatif yang juga bisa di timbulkannya ?
ReplyDeleteTerima kasih atas artikel yang saudara sampaikan di atas. Pada tulisan tersebut disampaikan bahwa aplikasi IoT dalam pendidikan tidak terbatas dan sudah mulai diterapkan oleh beberapa smart school saat ini. Dalam jangka panjang, memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh perangkat IoT dapat membantu meningkatkan keamanan dan memelihara lingkungan belajar bagi siswa. Meskipun perangkat IoT membutuhkan investasi modal awal yang tinggi, di masa depan manfaat yang di dapat akan jauh lebih besar daripada kekurangannya. Hal ini tidak hanya akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik tetapi juga bisa mengurangi biaya operasional.
ReplyDeleteApakah benar dengan realita tersebut dapat meminimalisir biaya operasional?
izin menanggapi, isi artikelnya cukup mendalam, saya bisa mempelajari lebih dalam lagi
ReplyDeletePost a Comment