TEORI KOGNIGTIF MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptkan proses pembelajaran yang lebih bermakna. Pembelajaran yang bermakna didefinisikan sebagai pemahaman yang mendalam mengenai suatu materi, proses pengaturan mental yang dikaitkan secara masuk akal dengan struktur kognitif dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Pembelajaran bermakna menggambarkan kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan yang sudah diketahui pada situasi dan kondisi yang nyata, baru dan berbeda (Mayer dan Moreno, 2003).
Teori belajar kognitif adalah teori pemrosesan informasi. Teori kognitif memberikan kerangka umum bagi desainer pembelajaran dalam mengontrol kondisi belajar pada suatu lingkungan atau material pembelajaran. Secara khusus, teori ini memberikan basis acuan empiris yang membantu desainer pembelajaran untuk mengurangi beban kognitif selama belajar. Dalam pembelajaran multimedia, teori belajar kognitif merupakan landasan dari pengembangan multimedia.
Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna. Pembelajaran yang bermakna didefinisikan sebagai pemahaman yang mendalam mengenai suatu materi, proses pengaturan mental yang dikaitkan secara masuk akal dengan struktur kognitif dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Pembelajaran bermakna menggambarkan kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan yang sudah diketahui pada situasi dan kondisi yang nyata, baru dan berbeda. Pembelajaran menggunakan multimedia merupakan pembelajaran menggunakan media langsung yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dilihat tanpa harus ke tempat kejadian. Contohnya pembelajaran geografi tentang proses terjadinya gunung meletus, jika kita pelajari dengan melihat langsung ke tempat kejadian akan membutuhkan tenaga dan proses yang panjang serta membahayakan. 

Pembelajaran bermakna memerlukan peran serta siswa dalam proses kognitif selama pembelajaran berlangsung, tetapi kapasitas siswa dalam menggunakan proses kognitifnya memiliki keterbatasan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus menciptakan hal baru yakni melalui penggunaan multimedia, penggunaan multimedia pembelajaran memiliki sensitifitas terhadap beban proses kognitif siswa selama pembelajaran (Clark ; Sweller ; vanMerrinboer dalam Mayer dan Moreno, 2003). Kondisi tersebut menunjukkan adanya interaksi antara multimedia dan proses kognitif selama proses pembelajaran berlangsung, interaksi tersebut dikenal dengan model teori kognitif multimedia pembelajaran yang dikembangkan oleh Mayer, model tersebut ditampilkan pada gambar berikut :

Gambar 1 menjelaskan interaksi antara multimedia dengan proses kognitif yang menunjukkan kerja pikiran dalam pemrosesan informasi selama pembelajaran berlangsung melalui multimedia. Model teori kognitif tersebut didasarkan pada tiga asumsi yang melandasi interaksi antara multimedia dan proses kognitif selama pembelajaran. Tiga asumsi tersebut ditunjukkan pada tabel di bawah ini :

Pada Tabel 1 terlihat ada tiga asumsi yang menjadi teori kognitif multimedia pembelajaran, asumsi ini merupakan dasar pengembangan dan penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran. Pada penjelasan (Mayer, 2008, hlm. 761) asumsi ini menjadi acuan untuk mengembangkan dan menghasilkan multimedia pembelajaran yang baik berdasarkan pemahaman bagaimana pikiran memproses informasi. Penjelasan tiga asumsi tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Manusia memiliki sistem pemrosesan informasi yang terdiri dari dua saluran yang memiliki tugas yang berbeda yaitu saluran verbal dan saluran visual. Saluran audio/verbal merupakan saluran yang digunakan untuk memproses informasi dalam bentuk audio dan representasi verbal seperti kata-kata atau teks yang terdapat pada multimedia. Sementara itu, saluran visual/piktorial merupakan saluran yang digunakan untuk memproses informasi dalam bentuk gambar dan representasi visual lainnya seperti gambar, grafik, charta dan ilustrasi. Asumsi dua saluran pemrosesan informasi ini didasarkan pada teori dual-codingdari Paivio dan teori kerja memori dari Baddeley (Mayer dan Moreno, 2003). Dua saluran sistem pemrosesan informasi pada manusia memiliki keterbatasan, proses kerja kognitif hanya menghasilkan informasi dalam jumlah terbatas pada satu waktu tertentu yang diperoleh dari saluran verbal dan saluran visual. Kondisi keterbatasan pada dua saluran tersebut menunjukkan perlunya kombinasi aspek verbal dan visual yang saling melengkapi pada multimedia pembelajaran yang bertujuan untuk memfasilitasi proses kognitif yang terjadi pada siswa.
2.      Pembelajaran bermakna memerlukan sejumlah besar proses kognitif yang berlangsung secara visual dan verbal. Asumsi ini didasarkan pada teori pembelajaran aktif (Mayer dan Moreno, 2003) yang menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran aktif terjadi beberapa tahapan yaitu pemilihan informasi, pengolahan informasi dan pengintegrasian informasi. Pada proses tersebut juga terdapat aktifitas pemusatan fokus perhatian pada materi yang diajarkan, pengaturan secara mental mengenai materi yang sedang diajarkan ke dalam struktur kognitif dan proses mengkaitkan antara materi yang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah ada.
Pada teori kognitif pembelajaran multimedia (The Cognitive Theory of Multimedia Learning) terdapat beberapa prinsip yang bisa dijadikan pedoman oleh para perancang multimedia dan e-learning saat membuat pembelajaran atau presentasi yang informasinya terdiri dari teks, grafik (gambar), video dan audio untuk mengoptimalisasikan pembelajaran. Tiap-tiap prinsip telah dilakukan penelitian (research) dengan menggunakan berbagai macam kondisi pembelejaran multimedia untuk menentukan hasil mana yang terbaik untuk pembelajaran para siswa. 
Sumber:


2 Comments

  1. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua...

    Sebuah artikel yang cukup menarik dengan dilengkapi ilustrasi sehingga deskripsi konten materi sedikit lebih mudah dipahami.

    Yang ingin ditanggapi dari artikel di atas secara layout yaitu struktur penulisan yang kurang rapi dan menjadi sesuatu hal yang mengganggu yaitu pada poin
    "Penjelasan tiga asumsi tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Manusia memiliki sistem pemrosesan informasi yang terdiri dari dua..."
    Tidak ada kelanjutan poin 2 dan seterusnya.

    Selanjutnya yang ingin ditambahkan yaitu mengenai hal-hal yang menjadikan pentingnya kebutuhan atas ICT dalam sebuah proses pendidikan/pembelajaran secara khusus, yaitu:
    1. Globalisasi ekonomi dan informasi
    2. Inovasi teknologi
    3. Skill based economy
    4. Skill based social
    5. Escalating demand for education

    Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  2. salam literasi..
    ada beberapa hal yang ingin saya tanggapi mengenai tulisan diatas, mengenai tulisan yang kurang konsistens sehingga menimbulkan kerancuan bagi pembaca..
    kemudian dalam penulisan diatas juga belum menganalisis sejauh mana kognitif peserta didik bisa terasah dengan adanya pemanfaatan teknologi..
    terimakasih atas tanggapan saudara dika

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post