Di era globalisasi dan informasi penguasaan terhadap
informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, akan tetapi juga diperlukan
kecepatan dan ketepatan. Pembelajaran jarak jauh seperti yang sering kita
dengar yaitu pembelajaran yang mengutamakan kemandirian dari seseorang. Guru
dapat menyampaikan materi ajar kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka
langsung di dalam kelas. Pembelajaran jarak jauh memungkinkan peserta didik
mengambil kelas kapan pun dan dimanapun, hal ini memungkinkan mereka untuk
menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya dengan tanggung jawab dan
komitmen-komitmen lainnya. Sebab di zaman ini perkembangan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) begitu cepat, sehingga apabila kita tidak bisa
memanfaatkannya dengan
baik dan bijak akan merugikan diri sendiri. Menurut (Main, 2008) teknologi
informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan,
menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Salah satu pemanfaatan TIK
yang paling popular saat ini adalah internet. Dengan adanya internet, kita
dapat mengenal dan menjelajahi dunia, walaupun terkadang lebih dikenal dengan
dunia maya. Melalui internet kita bisa menemukan atau mencari informasi apapun
yang kita butuhkan, mulai dari informasi seseorang, perusahaan, pekerjaan,
pemerintahan, pendidikan, gambar, film, berkomunikasi dengan video streaming,
bahkan tindakan kejahatanpun bisa dilakukan di internet. Pemanfaatan internet
terakhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak
lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, akan tetapi juga sebagai bagian tak
terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial.
Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau
lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat pesat dan mencengangkan.
Meluasnya
jaringan internet menyebabkan internet menjadi salah satu media untuk
meningkatkan produktifitas dalam bekerja, dan meningkatkan kemampuan. Dalam mengembangkan dan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi globalisasi,
pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, yang diperlukan bagi
pembangunan di segala bidang kehidupan bangsa, terutama mempersiapkan peserta
didik menjadi aktor teknologi informasi dan komunikasi yang mampu menampilkan
kemampuan dirinya, sebagai sosok manusia Indonesia yang tangguh, kreatif,
mandiri, dan profesional di bidangnya, sebagaimana tujuan pendidikan nasional,
dalam GBHN adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur,
berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin,
beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, produktif, sehat jasmani dan
rohani.
Tanggung
jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan
siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam
masyarakat kita. Kemampuan untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi
adalah kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki era globalisasi
baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Maka dengan adanya TIK yang telah
merambah di segala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab
sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan TIK itu
sendiri. Dengan adanya TIK untuk pembelajaran jarak jauh memungkinkan peserta
didik belajar kapan pun dan dimana pun, hal ini memungkinkan mereka untuk
menyesuaikan pendidikan dan pelatihannnya dengan tanggung jawab dan komitmen-komitmen
lainnya.
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya
dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya
penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari
pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3)
dari kertas ke “online” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media
pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya
dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan
media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan
langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam
lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya
dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling
mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang
dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini
ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media
teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001;
28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian
pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1)
e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan,
mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke
pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang
standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran
di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah
berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT
(Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning,
Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop
Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted
Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb. Dengan
kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau
lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat
bantu utama. Ruang kelas di masa yang akan datang akan jauh berbeda dengan
ruang kelas seperti sekarang yaitu dalam bentuk seperti laboratorium komputer
di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di
depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai “cyber classroom” atau “ruang kelas maya”
sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual
maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut “interactive learning” atau pembelajaran interaktif melalui komputer
dan internet. Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas
pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh
materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan
belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang
lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan
dirinya.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu
pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus
memiliki akses kepada teknologi digital dan internet (2) harus tersedia materi
yang berkualitas dan bermakna (3) guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan
alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar
akademik. Dengan demikian Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran
jarak jauh dapat sesuai dengan kurikulum K13 seperti yang diharapkan Peran guru
telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi,
akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator
pembelajaran, pelatih, kolaborator, dan mitra belajar (2) dari mengendalikan
dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih
banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses
pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami
perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan
aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan
menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai
aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan
siswa lain. Lingkungan pembelajaran yang di masa lalu berpusat pada guru telah
bergesar menjadi berpusat pada siswa.
Landasan
TIK untuk pembelajaran jarak jauh yaitu:
1. Landasan
Filosofis.
Berdasarkan tinjauan dari falsafah ilmu,
setiap pengetahuan mempunyai 3 (tiga) komponen yang merupakan tiang penyangga
tubuh pengetahuan yang didukungnya. Ketiga komponen tersebut adalah kajian
filosofi meliputi, Ontologi, epistimologi dan aksiologi. Ontologi merupakan
azas yang mengungkapkan ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahan,
serta penafsiran tentang hakekat realitas dari objek tersebut. Epistimologi
merupakan azaz mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun
menjadi suatu tubuh pengetahuan. Sedangkan aksiologi merupakan azas dalam
menggunakan pengetahuan yang diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan
tersebut. (Miarso, 2007: 103) Pada hakekatnya manusia selalu mencari perubahan
dalam setiap sendi kehidupan.
2. Landasan
Yuridis
Dari aspek hukum, Indonesia belum
memiliki peraturan perundang-undangan yang komprehensif yang mengatur
keberadaan TIK serta mengendalikan penggunaan TIK dalam koridor yang bisa
dipertanggung jawabkan. Saat ini, RUU Informasi dan Transaksi Elektronik masih
dalam tahap pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya akan
disahkan menjadi Undang-Undang. Selain itu, perlu adanya revisi sejumlah
peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan kondisi serta
perkembangan TIK yang semakin konvergen. Saat ini UU Penyiaran dan UU
Telekomunikasi merupakan dua domain yang terpisah sehingga belum mampu menjawab
kebutuhan akan perkembangan TIK yang semakin konvergen nantinya.
3. Landasan
Teoritis
Dalam menghadapi tantangan kehidupan
modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu
beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup
ini dengan beberapa alasan antara lain : pertama, kreativitas memberikan
peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas
memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah,
ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas
memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Dari segi kognitifnya, kreativitas
merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan
perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi
yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi
resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor,
selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain,
dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat
ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat
diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan
kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam
kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan
penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif
dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki
komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.
Sumber

Salam Distance Learning...
ReplyDeleteIzin menanggapi artikel yang anda tuliskan di atas mengenai landasan TIK untuk pembelajaran jarak jauh.
Lagi-lagi artikel yang penulis tuliskan begitu rapat sehingga memungkinkan pembaca melakukan skip atas ulasan anda. Hal ini tentunya sangat disayangkan. Termasuk ketika penulis menguraikan beberapa landasan yang tidak disertai pointing atau numbering.
Yang ingin ditambahkan dalam artikel tersebut yaitu ketika ICT diberlakukan dalam suatu proses pembelajaran tentunya memiliki landasan yang harus diketahui dan dipahami. Hal ini tentunya tidak terlepas dari potensi ataupun peranan ICT tersebut terhadap tujuan pembelajaran (learning objectives), yaitu diantaranya:
1. Akses
2. Efisiensi
3. Pembelajaran
4. Pengajaran
5. Pembentukan skill
6. Long life learning
7. Perencanaan dan manajemen
8. Jaringan komunitas
Demikian yang dapat ditanggapi dan mohon maaf jika penulis kurang berkenan. Terima kasih.
Teknologi informasi & telekomunikasi akan menghilangkan batasan-batasan ruang & waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Dengan demikian, peserta didik dapat mengambil mata kuliah di manapun di dunia tanpa terbatas oleh institusi dan negara, siswa dapat mudah berguru pada pakar dan ahli di bidang yang diminati. Untuk setiap pembelajaran dapat dengan mudah memperoleh materi dari berbagai sumber, cara penyampain materi yang beragam dengan audio visual yang beberapa terkoneksi langsung ke internet memperkaya peserta didik.
ReplyDeleteLantas Apa yang harus dipersiapkan, saudara Dika selaku sarjana TP dan insha Allah Master TP. Atas penerapan TIK di sekolah.
Salam PJJ..
ReplyDeleteEra globalisasi menuntut peran sumber daya manusia yang ada didalamnya untuk ikut arus dalam karena secara terpaksa bahwa kita sudah diperbudak oleh alat-alat yang serba canggih, dimana tenaga manusia mulai tergantikan dengan penggunaan mesin/alat yang serba cukup dan memadai. Begitu juga didalam proses pembelajaran.. TIK sangat diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran sehingga membantu para pendidik untuk mengaplikasikan materi pembelajaran dengan bantuan komputer atau pembelajaran berbasis android. Sumber-sumber belajar saat ini juga semaninha canggih, hal ini bisa diilihat dari aplikasi yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta seperti ruang guru.go.id, rumahbelajar.kemdikbud.go.id dan lain-lain.
Menurut saya, tantangan ini apakah bisa saudara lanjutkan untuk melalukan terobosan dalam mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat baik dalam Strata-1 dan Strata-2 yang sedang anda jalankan saat ini? sehingga bisa menambah income bagi saudara serta menambah wacana bagi teman sejawat dalam teknologi pendidikan 2018..
demikian tanggapan saya.. terimakasih wassalam..
Post a Comment